Saturday, February 9, 2008

Gangguan Pola Makan

# Definisi
# Gejala-Gejala
# Penyebab
# Perawatan

DEFINISI

Gangguan pola makan terjadi akibat beberapa sebab dalam prilaku makan, seperti konsumsi makanan yang kurang sehat atau makan yang terlalu banyak. Pola ini bisa disebabkan perasaan distress atau berkenaan dengan bentuk badan serta beratnya kemudian mereka membahayakan komposisi bentuk dan fungsi badan normal. Gangguan pola makan secara bertahap muncul pada masa dewasa atau dewasa awal. Kebanyakan orang dewasa bisa menyembunyikan prilaku ini dari keluarga mereka selama beberapa bulan bahkan tahun.

Gangguan pola makan bukan merupakan kegagalan akan sesuatu ataupun prilaku; akan tetapi, nyata, penyakit medis yang muncul dari beberapa pola makan yang menyimpang dalam hidup seseorang. Salah satu tipe gangguan pola makan adalah anorexia nervosa dan bulimia nervosa. Seseorang dengan anorexia nervosa sengaja melaparkan dirinya untuk menjadi kurus, dan mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis. Statistik memperkirakan 3.7 sampai 5 % wanita pernah mengalami anorexia nervosa dalam hidupnya. Bulimia nervosa adalah pesta makanan yang diikuti dengan mencuci perut atau sampai muntah. Rata-rata 1.1 sampai 4.2 persen dari wanita pernah mengalami bulimia nervosa semasa hidupnya. Gangguan ketiga adalah Gangguan Makan Banyak (Binge-Eating disorder), dapat dicirikan dengan frekuensi berkelanjutan dari makan yang tidak terkontrol. Siklus ini mengembangkan perasaan malu dan jijik karena gemuk yang berdampak dengan makan lebih banyak lagi. Survey komunitas telah memperkirakan rata-rata 2 sampai 5 persen orang amerika pernah mengalami gangguan makan banyak (Binge-eating disorder) dalam periode tengah tahunan. Penyakit ini baru diteliti dan belum diterima dalam kamus diagnosis psikiater.

Gangguan pola makan biasanya muncul bersamaan dengan penyakit lain seperti depresi, menjadi bagian dari sebuah kekerasan, dan gangguan kecemasan. Dalam hal ini, orang yang menderita gangguan pola makan bisa mengalami komplikasi kesehatan fisik yang lebih jauh lagi, termasuk masalah kondisi kerja hati dan gagal ginjal, yang mana dapat menyebabkan kematian. Mengenali kembali gangguan pola makan sebagai gejala yang serius dan mengancam, sangatlah penting.

Wanita sangat berpotensi mengembangkan gangguan pola makan. Rata-rata hanya 5 sampai 15 persen orang dengan aneroxia dan bulimia dan diperkirakan 35 persen diantaranya dengan gangguan makan banyak diderita oleh laki-laki.