Saturday, April 19, 2008

Tourette sindrom

#Definisi
#Gejala-gejala

Tourette's syndrome (TS) lebih merupakan faktor keturunan, gangguan neurologis yang karakternya seperti gerakan-gerakan yang tidak disengaja dan vokalisasi tidak terkontrol atau lebih dikenal dengan sebutan tics yang umumnya terjadi dan hilang begitu saja sepanjang tahun. dalam beberapa kasus, tics, merupakan kata dan phrase yang tidak tepat.

gejala TS umumnya muncul sebelum individu berusia 18 tahun. TS dapat berefek pada semua etnik; laki-laki umumnya mempunyai peluang 3 sampai 4 kali lebih besar dibandingkan wanita. dan diestimasi 100.000 orang Amerika berpeluang menderita TS, setidaknya 1 dalam 100 orang menunjukan sebagian ekspresi dari gangguan ini.

Tidak semua orang dengan TS memiliki gangguan hanya sekedar tics. bagaimanapun, banyak orang mengalami permasalahan umum seperti prilaku obsesif kompulsif , dikarakterkan dengan kebutuhan berlanjut untuk berlaku berulang-ulang, seperti mencuci tangan atau mengecek pintu yang terkunci; gangguan attention deficit-hyperactivity disorder, dikarakterkan oleh sulitnya berkonsentrasi dan tetap pada pekerjaan; gangguan belajar, termasuk membaca, menulis, dan berhitung; atau gangguan tidur, yang termasuk bangun berkala atau mengigau.

Wilayah yang terlalu luas pada gejala prilaku yang berhubungan dengan tics, pada faktanya, mungkin akan lebih mengganggu dibanding tics itu sendiri. pasien, keluarga, dan psikolog harus menentukan gejala mana yang paling mengganggu sebagai langkah awal melakukan perawatan dan terapi.

Umumnya, TS didiagnosa dengan mengumpulkan deskripsi tics dan mengevaluasi sejarah penyakit yang ada dalam keluraga. untuk membuat diagnosis TS, baik tics motor maupun phonic harus muncul setidaknya satu tahun. Penelitian Neuroimaging, seperti magnetic resonance imaging (MRI), computerized tomography (CT), dan pindaian electroencephalogram (EEG), atau munkin juga tes darah digunakan untuk kondisi berbeda yang dapat merancukan TS. bagaimanapun, Tourette Syndrom masuk kedalam Diagnosis klinis. Tidak ada tes darah atau tes laboratorium yang digunakan untuk mendiagnosis gangguan ini.

Penelitian menunjukan bahwa diagnosis TS kebanyakan terganggu setelah gejala muncul karena banyak ahli jiwa tidak familiar dengan Gangguan ini. Gejala tingkah laku dan tics sangat mungkin untuk mis-interpretasi. seringkali anak dengan TS tidak dimengerti di sekolah, di rumah, atau bahkan di dokter. orang tua, tetangga, dan teman dekat yang tidak akrab dengan gangguan ini berpeluang mengartikan tics dan gejala lainnya kedalam masalah psikologis. walaupun menyebabkan isolasi sosial akibat gangguan ini, dan tics dapat berkurang dan menyusut dari tingkat akut atau bisa juga ditekan, seringkali juga normal ketika pemeriksaan dokter, yang makin membingungkan diagnosis.

Dalam banyak kasus, orang tua, kerabat, dan teman dekat atau bahkan pasien sendiri menjadi sangat hati-hati pada gangguan ini berdasarkan informasi yang telah mereka dengar atau baca di media-media populer.

Perawatan pada gangguan Panik

#Definisi
#Gejala-Gejala
#Penyebab
#Perawatan



Gangguan Panik dapat dirawat dengan pengobatan dan Cognitive-behavioral Therapy (CBT), psikotherapy yang mengajarkan pasien untuk melihat serangan dalam cara yang berbeda dan mempertunjukan bagaimana cara mengurangi kecemasan. Kebanyakan pasien menunjukan perkembangan yang signifikan setelah mengikuti terapi selama beberapa minggu. waktu tidak pasti, akan tetapi hal ini dapat bekerja dengan efektif.

anti depresan

Beberapa pengobatan yang bekerja untuk mengurangi rasa cemas telah ditemukan efektif untuk mengurangi gangguan panik. anti depresan ini digunakan untuk beberapa minggu sebelum gejala-gejala mulai menghilang. Pasien tidak boleh menghentikan pengobatan yang membutuhkan waktu untuk bekerja lebih efektif.

Diantara anti depresan terbaru adalah serotonin reuptake inhibitors, atau dikenal dengan SSRIs. anti depresan ini bekerja pada otak di bagian serotonin yang bertugas sebagai pengirim kimia. akan tetapi anti depresan jenis ini memiliki beberapa efek samping dibanding anti depresan terdahulu. Pasien dapat sedikit merasa mabuk atau gelisah ketika pertama kali mengkonsumsi SSRIs, tapi seiring pemakaian perasaan itu akan hilang. disfungsi seksual juga akan menjadi efek samping dari anti depresan ini, akan tetapi penambahan dosis atau pergantian SSRI tipe lain dapat menghilangkan problem ini. Pasien harus melaporkan semua efek samping yang dirasa kepada dokter sehingga perubahan yang diperlukan dapat dilakukan.

SSRIs umumnya dikondisikan untuk gangguan panik disertai dengan gangguan obsesif-kompulsif, phobia sosial, atau depresi termasuk fluoxetine, sertraline, fluvoxamine, paroxetine and citalopram. dosis minimal diperlakukan sampai akhirnya meningkat hinggak mencapai efek terapi.

Anti depresan dikenal juga sebagai tricyclics yang juga juga dimulai dari dosis minimal yang pada akhirnya meningkat. Tricyclics telah digunakan cukup lama dibanding SSRIs dan telah diteliti lebih luas untuk mengobati gangguan panik. efektifitasnya sama seperti SSRIs, akan tetapi banyak psikiater dan pasien memilih obat baru karena tricyclics memiliki efek samping seperti pusing, mulut kering, dan penurunan berat badan. jika masalah ini terjadi, pasien bisa meminta perubahan dosis dalam pengobatan.

Generasi tertua dari pengobatan anti depresan adalah monoamine oxidase inhibitors, atau MAOIs. Phenelzine, adalah jenis MAOI yang paling direkomendasikan, sangat menolong bagi pasien dengan gangguan panik. orang yang mengkonsumsi MAOIs harus mengawasi jadwal diet karena anti depresan ini berinteraksi dengan beberapa jenis makanan dan minuman, termasuk keju dan anggur merah, yang mengandung zat kimia bernama tyramine. MAOIs juga berinteraksi dengan beberapa pengobatan lain termasuk SSRIs. interaksi ini dapat menyebabkan efek berbahaya seperti naiknya tekanan darah dan ancaman lain yang mengancam jiwa.

Pengobatan anti kecemasan

Kelompok pengobatan anti kecemasan dikenal juga dengan nama benzodiazepines, termasuk alprazolam dan lorazepam, direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan panik. Obat ini mengurangi gejala dengan cepat dan memiliki efek samping selain ngantuk, akan tetapi karena orang kebanyakan mampu mengatasinya - dan menaikan dosisnya untuk memberikan efek yang sama - mereka direkomendasikan hanya untuk penggunaan dalam masa yang pendek. karena efek ketergantungannya mereka tidak direkomendasikan untuk pasien yang memiliki sejarah penyalahgunaan obat atau alkohol. pengurangan dosis secara berkala akan mengurangi gejala yang timbul pada pasien yang akan menghentikan penggunaan benzodiazepines, akan tetapi kecemasan mereka dapat kembali ketika penggunaan dihentikan.

terapi kognitif behavioral dan behavioral

Salah satu bentuk dari psikoterapi yang terbukti efektif dalam merawat beberapa gangguan kecemasan, termasuk panik, adalah terapi kognitif behavioral (cognitive-behavioral therapy (CBT) ). sasaran utama pada CBT dan terapi behavioral adalah mengurangi kecemasan dengan menghilangkan kepercayaan atau prilaku yang memicu kepanikan itu sendiri. terapi ini memiliki dua komponen. komponen kognitif membantu orang untuk merubah cara berpikir yang membantu mereka untuk melawan rasa takut. contoh; seorang dengan gejala gangguan panik akan tertolong untuk melihat serangan yang datang kepada mereka bukanlah sepenuhnya permasalahan hati sebagaimana ditakutkan sebelumnya; tendensius kemungkinan terburuk pada gejala yang dapat terjadi.

komponen behavioral dalam CBT bertugas merubah reaksi seseorang pada situasi yang dapat menimbulkan kecemasan. sebuah elemen kunci dari komponen ini memperjelas, cara seseorang untuk menghadapi rasa takut mereka. Therapist membantu pasien untuk menghadapi kecemasan-kecemasan mereka. pada akhirnya, ketika latihan ini diulang beberapa kali, kecemasan akan berkurang. jika anda memilih CBT atau terapi behavioral, proses akan berlangsung hanya ketika anda sudah siap dan tentu dengan seizin anda. kerjasama anda dengan terapist anda menentukan seberapa jauh terapi yang dapat anda tempuh dan jalani.

agar dapat efektif, CBT atau terapi behavioral harus diarahkan pada kecemasan dan perhatian orang yang dirawat. terapi ini tidak memiliki efek samping kecuali ketidaknyamanan sesaat dan kecemasan yang menanjak, akan tetapi terapist harus benar benar terlatih dalam teknik membangun keinginan. selama perawatan, terapist akan sangat mungkin memberikan Pekerjaan rumah, permasalahan khusus yang dapat dikerjakan oleh pasien diluar sesi.

CBT atau terapi behavioral umumnya berlangsung 12 minggu. dan berlangsung dalam sebuah grup, yang umumnya memiliki masalah yang sama. ada beberapa bukti yang menunjukan setelah perawatan dihentikan, efek CBT bertahan lebih lama dibandingkan dengan pengobatan.

pengobatan umumnya dikombinasikan dengan psikoterapi, dan untuk banyak orang hal ini adalah perawatan terbaik. sebagaimana disebutkan diatas, jika pendekatan satu tidak berhasil maka cobalah pendekatan lain, jadi jangan menyerah.

jika anda telah sembuh dari gangguan kecemasan, dan kemudian kambuh, jangan anggap perawatan anda gagal, pengulangan perawatan dapat efektif kembali seperti serangkaian episode film dan faktanya anda dapat belajar untuk menghadapi kecemasan anda dengan beberapa point.

sumber:

* National Institutes of Health - National Library of Medicine
* National Institute of Mental Health
* US Department of Health and Human Services