Kill Odong-Odong
Meski tersekat dalam beda kategori, tapi semua anggota KAA-KBSK mengusung satu semboyan, “Kill Odong-odong” atau disingkat KO. Berdasarkan kepercayaan KAA-KBST, odong-odong adalah simbol penindasan. Sebab odong-odong telah mereduksi dunia anak-anak yang sangat kompleks ke dalam satu kereta mainan saja.
Seratus tahun lalu, sekitar tahun 2009an, manusia seusia anak-anak dikatakan telah kehilangan dunianya. Hal ini terlihat dari puluhan media elektronik yang begitu menghogemoni masyarakat, tak memberi ruang bagi anak-anak. Di tahun 2009 itu, sangat jarang TV yang menayangkan program untuk anak, seperti pemutaran lagu anak-anak sebagaimana terjadi pada kurun waktu 1990an.
Lagu-lagu bernuansa keceriaan, riang, gembira dan pendidikan hanya bias dinikmati melalui sound odong-odong (Semacam kereta mainan adabtasi dari komedi putar yang disederhanakan). Mungkin karena tak ada lagi produser yang mendukung produksi lagu anak, maka lagu-lagu yang diputar odong-odong pun terbatas pada lagu anak tempo dulu. Di antaranya adalah lagu-lagu yang pada era 1990an dinyanyikan oleh Joshua, Cikita Meidi, Agnes Monica, Dhea Ananda dan sebagainya, yang tahun 2009 telah berubah menjadi manusia dewasa. Tak jarang pula, odong-odong malah memutar musik dangdut atau pop dewasa.
Layar kaca TV 2009 hanya menyediakan film kartun dengan siaran terbatas atau di TV tertentu yang kurang bisa diakses anak-anak kebanyakan. Memang kala itu ada acara yang disediakan untuk anak semisal idola cilik. Tapi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh bocah-bocah imut dalam program ini adalah lagu-lagu band atau artis dewasa yang bernafaskan cinta.

0 comments:
Post a Comment